Ingin Investasi? Kenali Dulu Tentang Trading Plan Saham
Anda tertarik ingin melakukan buying and selling saham? Apabila sudah mantap dan sudah mempunyai keyakinan yang kuat maka Anda dapat memulainya. Anda bisa mengawali untuk membuat buying and selling plan saham terlebih dahulu.
Membuat buying and selling plan ini merupakan cara yang tepat supaya tahu persis mengenai apa yang wajib Anda lakukan di tengah situasi pasar market temper yang tinggi. Market temper atau dikenal dengan istilah volatilitas berfungsi untuk melihat apakah harga mengalami lonjakan tajam atau malah sebaliknya.
Apa itu Trading Plan Saham?
Trading plan memiliki arti sebagai taktik yang dijadikan acuan dalam melakukan perdagangan saham dan manajemen portofolio. Isinya meliputi planning portofolio, planning indikator pilihan, strategi memaksimalkan keuntungan, meminimalkan cut loss dan manajemen modal.
Sering terjadi keraguan seorang dealer saat membuat buying and selling saham. Hal itu dikarenakan dealer dihadapkan pada berbagai situasi yang memberikan pengaruh pada naik turunnya harga saham. Sehingga mereka harus memilih antara membeli atau menjual saham.
Bagaimana Membuat Trading Plan?
- Proses ini diawali dengan penentuan saham yang akan kita beli, yaitu dengan memilih dan memilah jenis saham yang menarik untuk masing-masing nasabah
- Menentukan jangka waktu trading. Trading apa yang ingin Anda pilih, apakah itu harian, mingguan, atau ingin menjadi scalping trader
- Planning modal dan mengatur modal. Bagi pemula disarankan untuk memiliki modal kira-kira Rp 1.000.000- Rp 1.500.000. Kemudian rencanakan maksimal untuk memiliki tiga portofolio. Tidak dianjurkan menghabiskan 100 pc danamu digunakan untuk membeli saham.
- Selanjutnya persiapkan portofolio yang menjadi pilihanmu. Apabila bisa, pilih portofolio dari saham-saham LQ45. Anda wajib mempunyai saham-saham pilihan yang dipakai untuk trading. Hal ini bertujuan supaya Anda tidak mudah terjebak oleh pergeseran saham yang tidak likuid.
- Mempersiapkan indikator yang sesuai dengan Anda karena tiap-tiap indikator yang dipakai orang lain belum tentu sesuai dengan Anda. Maka Anda perlu mengawali dengan trial and mistakes untuk mencoba indikator yang sesuai dan pas untuk trading
- Tentukan take revenue (keuntungan yang diambil) dan batasan untuk cut loss. Ketika membeli saham Anda harus sudah paham kapan waktu take revenue dan kapan waktu cut loss.
- Konsisten dan disiplin. Walaupun terdengar mudah akan tetapi kenyataannya bagian ini paling sulit diterapkan. Apabila Anda melakukan pembelian saham, dan menentukan take revenue sebesar 5%, kemudian harganya naik menjadi 5% maka segera take profit. Itu merupakan definisi dari konsisten dan disiplin.
Tidak sedikit dealer yang terjebak dalam situasi pasar. Mereka sebenarnya sudah mempunyai buying and selling plan saham, akan tetapi karena mengetahui harga saham mengalami kenaikan secara cepat, mereka terus ngarep. Hingga pada akhirnya mereka yang seharusnya sudah memperoleh keuntungan malah merugi.